part of novel

by Fransiskus Simanjuntakon Saturday, July 3, 2010 at 2:29pm ·

iya Dia memang milikmu seutuhnya. Mungkin aku tidak pernah terlintas sedikit pun ada di hatinya. Aku memang mencintainya. Cinta yang terkadang menyakitkan. Cinta yang terlalu besar untuk disingkirkan.
Aq rasa dia tidak akan pernah Mencintaiku seperti Dia. Aq tidak paham dengan semua ini.
Kenapa? Kadang hati ini meronta. Ingin menangis, haus akan kebebasan. Sering hati ini berteriak! Melantunkan nada sedih. Aku sendiri suka tidak mengerti. Mengapa aku masih mencintainya, mengapa aku rela disakiti, mengapa aku tidak cemburu, melihatnya bersamamu.
Ketika ku menatapmu, apakah semua ini beralaskan ketulusan.
Ketika aku menatapnya, indah bola matanya seolah menari menyisir ruang.
Tentu saja! Aku pernah menginginkannya. Aku pernah berharap, sampai sekarang pun aku masih berharap. Tapi aku sadar, hatinya tidak pernah buatku, sedikit pun tidak pernah.
Sebesar apa pun hatinya, aku tak akan muat di situ. Aku juga tak memaksa, asal dia bahagia dengan orang lain. Kamu tidak perlu takut akan keberadaanku, karena sekalipun aku ingin mengambilnya darimu, aku tidak akan pernah bisa. Karena baginya, aku tak pernah ada!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s