Olahraga Kardio Selama Puasa, Bolehkah?

Lusia Kus Anna | Sabtu, 14 Agustus 2010 | 11:40 WIB KOMPAS
SHUTTERSTOCK

Meski kita terasa tak bertenaga selama puasa, bukan berarti kita tak boleh berolahraga. Hanya saja kita memundurkan waktu olahraga, sesudah berbuka dengan intensitas olahraga yang ringan. Tapi jika olahraganya ringan, apakah itu berarti kita tak boleh melakukan latihan kardio selama Ramadhan?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada satu fakta menarik mengenai puasa dengan eksistensi lemak dalam tubuh. Yaitu, puasa membuat tubuh kita membakar lebih banyak lemak! Dalam Journal Clinical Endocrinol Metabolism, disebutkan, puasa sama dengan membuat metabolisme kita lebih ‘santai’ bekerja.

Kondisi ini akan menghasilkan growth hormone (GH) lebih banyak secara alami yang nantinya akan membuat lipolytic lebih aktif bekerja. Lipolytic inilah yang nantinya akan membuat tubuh membakar lemak lebih banyak, plus menekan konsentrasi glukosa dalam darah. Jadi puasa tak hanya akan membuat lemak-lemak tubuh berkurang tapi juga menyelamatkan kita dari risiko inflasi insulin.

Bagi kita yang tengah menjalani program pembentukan tubuh, GH adalah hal yang dibutuhkan agar proses penguatan otot-otot semakin mudah dilakukan. Itu artinya, kerja pembakaran otot akan semakin optimal apabila selama puasa kita tetap berolahraga. Tidak terkecuali apabila kita ingin melakukan kardio. “Hanya saja, kita perlu memperhatikan waktu dan intensitas melakukan kardio,” ucap Shazly Khan, personal trainer dan sudah beberapa kali ikut triathlon dan maraton di Eropa serta Asia.

Dan untuk mengetahui waktu serta intensitas yang ideal bagi tubuh, Khan menyarankan kita untuk mendengarkan tubuh. Sejam sebelum berbuka adalah waktu yang ideal, karena kardio akan membuat tubuh lebih cepat dehidrasi. Sehingga jika kita melakukannya sejam sebelum berbuka, saat tubuh mulai butuh air, kita bisa segera memberikannya.

Plus jauhkanlah latihan kita dari gerakan-gerakan yang bersifat high impact agar tubuh tidak terlalu kelelahan. Serta apabila kita mulai merasa pusing, sebaiknya langsung menghentikan olahraga, karena itu tandanya tubuh sudah kekurangan glikogen alias energi.

Saat berbuka puasa, minumlah air secukupnya untuk mengganti elektrolit yang keluar bersama keringat. Plus air akan membuat suhu tubuh kita menjadi lebih stabil. Dan saat waktu makan tiba, pilihan makanan berbuka yang tinggi serat dan protein. Sebab protein akan menguatkan otot-otot yang kita membentuk tanpa tubuh harus mengubahnya menjadi lemak. Jadi ingatlah rumusnya dan selamat membentuk tubuh dengan sehat selama berpuasa. (PreventionIndonesiaonline/Siagian Priska)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BERIKAN YANG TERBAIK BUAT TUHAN, KELUARGA, BANGSA DAN TERLEBIH LAGI BUAT DIRIMU SENDIRI…BE YOUR SELF!

%d bloggers like this: