Olahraga yang Aman untuk Si Gemuk

Lusia Kus Anna | Kamis, 5 Agustus 2010 | 12:43 WIB
 

shutterstock

KOMPAS.com — Cara efektif untuk menurunkan berat badan adalah mengatur pola makan dan berolahraga. Untuk mereka yang tergolong terlampau gemuk dan obesitas, olahraga tidak boleh dilakukan sembarangan karena mereka memiliki keterbatasan gerak.

Menurut dr Samuel Oetoro, Sp GK, ada rumus sederhana dalam melakukan olahraga agar tubuh lebih ramping dan bugar, yakni frekuensi, intensitas, dan tempo. Frekuensi olahraga sebaiknya dilakukan minimal tiga kali dalam sepekan agar makin banyak lemak terbakar sebagai sumber energi. Akan tetapi, olahraga terlalu berat dan berlebihan juga tidak disarankan karena bisa menyebabkan pelepasan radikal bebas.

“Intensitas olahraga maksudnya berolahragalah sesuai kemampuan jantung Anda. Ini berarti bebannya perlu ditakar dan disesuaikan dengan umur dan kondisi,” papar Samuel di sela-sela acara media edukasi mengenai Cara Sehat Menurunkan Berat Badan yang diadakan oleh Roche Indonesia bekerja sama dengan Gold Gym di Jakarta beberapa waktu lalu.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tipe olahraga yang dilakukan. Bagi yang kelebihan berat badan, dr Samuel menyarankan agar mereka memilih olahraga yang low impact (benturan rendah), seperti berenang, bersepeda, atau berjalan kaki.

Olahraga anaerobik dan permainan, seperti bulu tangkis, tenis, dan sepak bola, kurang dianjurkan mengingat gerakannya eksplosif dengan intensitas berat bergantian dengan sedang, ringan, bahkan beristirahat.

“Kalau sudah kegemukan, pilih olahraga yang tidak membuat tubuh menahan beban terlalu banyak,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada waktu berjalan, lutut menahan beban dua kali berat badan dan saat berlari bebannya bertambah menjadi tiga kali berat badan. “Kalau beratnya sampai 100 kg, waktu berlari tubuh seperti membawa tiga karung beras, bisa rusak lututnya,” kata konsultan gizi di Medika Plaza International Clinic ini.

Olahraga angkat beban juga tidak disarankan untuk mereka yang kegemukan. “Orang gemuk yang kelebihan kan lemaknya, jadi lemaknya harus dibakar. Olahraga angkat beban tidak bisa membakar lemak,” ujarnya.

Olahraga yang dilakukan juga sebaiknya dilakukan perlahan-lahan, di tempat yang datar dan divariasiakan jenisnya. “Biar tidak bosan boleh juga ikut klub kebugaran atau ikut komunitas olahraga sehingga motivasinya lebih besar,” katanya.

Yang tak kalah penting adalah untuk selalu berpikiran positif. “Artinya Anda tidak mudah patah semangat dan bosan sebelum target yang diinginkan tercapai. Jangan hanya berpedoman pada berat badan yang turun, tapi berpikirkan bahwa dengan program yang dilakukan, Anda akan mendapatkan tubuh lebih sehat, bugar, dan awet muda,” tutupnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

BERIKAN YANG TERBAIK BUAT TUHAN, KELUARGA, BANGSA DAN TERLEBIH LAGI BUAT DIRIMU SENDIRI…BE YOUR SELF!

%d bloggers like this: